Friday, February 11, 2011

Movie Review : The King's Speech (2010)


Siapa bilang kalau seorang Raja itu adalah sosok yang begitu sempurna? faktanya, ada seorang Raja yang tidak termasuk dalam golongan Raja-Raja sempurna itu. Memang, Raja juga manusia, tapi selain pandangan rakyatnya, seorang Raja juga dituntut untuk menjadi sempurna, yang menjadi panutan bagi rakyat yang Ia pimpin.

Siapakah Raja yang tidak termasuk dalam golongan tidak sempurna itu? Raja George VI (Colin Firth) merupakan jawabannya. Dia adalah seorang yang gagap. See? Kegagapan-nya secara langsung sangat berpengaruh pada posisinya yang merupakan seorang Raja. Karena pada masanya, seorang Raja haruslah melakukan speech atau pidato didepan khalayak ramai, didepan rakyat yang ia pimpin. Tapi, Bertie, begitu panggilan akrab sang Raja, toh tetap berusaha untuk bisa menghilangkan kegagapan-nya itu.

Sedikit flashback, sebenarnya, dengan kekurangannya itu, Raja George VI sama sekali tidak berminat untuk menggantikan posisi ayahnya, Raja George V (Michael Gambon) yang telah meninggal. Hal ini karena sang abanglah, Pangeran Edward (Guy Pearce) yang seharusnya menerima tahta tersebut. Namun karena ada sedikit masalah, maka Pangeran Edward menolak untuk menjabat sebagai Raja dan akhirnya jabatan tersebut dialihkan ke Pangeran Albert, Raja George VI.

Apa treatment yang dijalankan oleh George VI dalam upaya menghilangkan kegagapan-nya? Perkenalkan Lionel Logue (Geoffrey Rush), yang membantu Raja George VI dalam proses penyembuhan kegagapannya. Lionel ditemukan oleh Ratu Elizabeth (Helena Bonham Carter), melalui sebuah institusi. Ratu Elizabeth merupakan istri dari Raja George VI, yang senantiasa mendukung sang suami. Proses penyembuhan ini dimulai jauh sebelum raja George VI ditahtakan, karena beliau sadar kalau dibutuhkan waktu yang panjang untuk proses penyembuhannya. Waktu terus berlalu, perannya semakin besar dalam tahta untuk menyelesaikan segala problematika yang ada.

Applause harus diberikan Colin Firth yang dari awal film sudah menunjukkan kegagapannya lewat aktingnya yang cocok. Tak heran jika dia mendapat berbagai award untuk perannya dalam film ini, Salah satunya adalah "Best Actor" pada Golden Globe 68 kemarin. Juga jangan lewatkan dirinya yang tergabung dalam nominasi yang sama dalam ajang bergengsi, Academy Awards 2011 nanti. Yah, Firth terlihat begitu cocok dalam memainkan peran King George VI, dimana ekspresi yang ia tampilkan dalam setiap perannya sebagai seseorang yang terbebani atas ketidaksempurnaannya itu, dimana ia terlihat begitu emosional, tapi tetap menunjukkan kharismanya sebagai seorang Raja.

Semua ini juga didukung lewat kombinasi aktingnya dengan 2 nama lainnya, Helena Bonham Carter, dan juga Geoffrey Rush, yang sudah malang melintang dalam memainkan peran, dan dalam The King's Speech ini, ketiganya begitu klop dalam melengkapai satu sama lain sebagai peran King George VI, Queen Elizabeth, dan juga Lionel Logue. Rush, yang sudah terbilang senior memang terasa begitu dewasa sekaligus jenaka dalam memainkan peran ini. dan untuk Helena? sebagai seorang istri, perannya yang loyal terhadap suami disini juga didukung oleh kedewasaannya.

Tom Hooper adalah orang yang berada dibalik semua ini. Sang sutradara yang berhasil membawakan The King's Speech terasa begitu dramatis, dimana ekspresi yang timbul diantara penonton muncul ketika menonton film ini. Selain itu juga kredit pada tata sinematografi untuk angle-angle menarik terlebih saat para pemeran diberikan full-shot, Danny Cohen, sang Director of Photography. Dan, Music score yang memberikan satu kesatuan dengan tema dan juga cerita.

The King's Speech memberikan begitu banyak pesan bagi kita semua, mengajak kita untuk jangan terlalu rendah diri, dan juga optimis! bahwa, dengan kemauan, pasti ada jalan.!

Share/Save/Bookmark

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Subscribe to the Newsletter

Contact Me

Send an E-mail to : adhrdi@gmail.com

The Blogger