Sunday, February 3, 2013

TV Series Review : Fringe (2008-2013)


5 Seasons, 100 Episodes. Goodbye Fringe.

18 Januari 2013 kemarin, atau lebih tepatnya 19 Januari 2013 waktu Indonesia, merupakan hari dimana Serial TV Fringe telah menyelesaikan 2 Episode Terakhirnya yang sekaligus menjadi penutup bagi serial yang telah dimulai dari 5 tahun lalu sejak episode pilot.

Mari kita mulai dari seorang J.J Abrams, yang merupakan salah satu kreator series yang paling diperhitungkan dalam dunia televisi. Bagaimana tidak, serial yang dibuatnya selalu dinantikan oleh para fansnya, selain itu, setiap serial yang akan diproduserinya juga termasuk salah satu most anticipated series pada masanya (walaupun pada akhirnya, tidak selalu sukses di pasaran). Pada tahun 2008 kemarin, Abrams bersama 2 rekannya, Alex Kurtzman dan Roberto Orci memproduksi sebuah series yang bertemakan hal-hal yang berbau supranatural dengan genre Drama, Mystery dan Sci-Fi, dengan judul Fringe. Apa itu Fringe?



Fringe merupakan sebuah divisi dari FBI yang khusus untuk menangani kasus-kasus yang aneh, dimana anehnya kasus yang muncul itu berada dalam taraf yang kadang ada diluar dari nalar manusia.

Nah, berawal dari agent Olivia Dunham (Anna Torv) yang secara tidak sengaja 'terjun' ke dalam Fringe Events (Sebutan untuk kasus yang aneh) yang menimpa rekannya sendiri, John Scott (Mark Valley), sehingga mau tak mau Olivia harus ikut menuntaskan kasus tersebut, dengan cara mengajak seorang "Mad Scientist" yang diduga punya koneksi dengan kasus-kasus aneh yang terjadi. Ternyata, bekerja sama dengan Walter Bishop (John Noble), sang Mad Scientist tidak semudah yang ada dipikiran Olivia, karena Walter sendiri sedang berada di sebuah Institusi Mental, Satu-satunya jalan untuk bisa bekerja sama dengan seorang Walter Bishop adalah adanya pendamping yang merupakan anak kandung dari Walter sendiri, yaitu Peter (Joshua Jackson).

Ternyata banyaknya jawaban yang diterima oleh Olivia selama menyelesaikan tugasnya justru berujung pada pertanyaan baru yang membawa Olivia dkk pada misteri yang lebih besar. Apakah semua hal ini terjadi begitu saja? atau adanya campur tangan dari manusia yang menyebabkan semua ini bisa terjadi? Bersama Astrid Farnsworth (Jasika Nicole) yang selanjutnya menemani Walter di sebuah Lab usang di Harvard, dimana Walter pernah menghabiskan banyak waktunya disini, dan dibawah komando dari Agent Phillip Broyles (Lance Reddick), dimulailah penelusuran Olivia, Walter, dan Peter untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan yang muncul.    



The Characters
Karakter merupakan salah satu poin penting dalam sebuah Film maupun Televisi, mulai dari watak yang dimainkan oleh para aktor/aktris, peran tiap karakter dalam keseluruhan cerita, hingga ke chemistry antar karakter. Bagaimana dengan Fringe? dari ketiga elemen yang telah disebutkan sebelumnya, Fringe telah berusaha untuk memberikan yang terbaik fansnya, bukan berarti tanpa cacat, tetapi hasil yang ditampilkan sudah sangat bagus. Tak perlu dijelaskan secara mendetil bagaimana peran-peran yang dimainkan aktor/aktris-nya sudah begitu cocok dengan karakter masing-masing, begitu juga dengan chemistry yang diciptakan antar karakter, Peter-Olivia, Peter-Walter, Walter-Astrid, tak perlu dijelaskan lagi kan?

Dengan adanya 2 Universe pada serial Fringe, kemunculan-kemunculan aktor/aktris baru terasa lebih matang tanpa adanya kesan "memaksakan" ataupun "pengembangan cerita" yang banyak terjadi pada serial-serial lain. Contohnya, Agent Lee (Seth Gabel) yang kemunculan perdananya justru berasal dari Alternate Universe sehingga kemunculannya di Prime Universe sudah biasa saja tanpa terkesan adanya "peran tempelan".

The Plot
Dari beberapa serial yang saya ikuti, khususnya serial yang telah mencapai season finale, Fringe adalah salah satu serial dengan kesinambungan plot antar season yang kuat, dan tidak terlalu berantakan, yang terlihat seperti telah disusun dari awal tanpa adanya pengembangan-pengembangan tidak jelas yang banyak terjadi di beberapa serial. Mengapa bisa dikatakan demikian? Salah satu alasannya adalah tidak terlalu banyak karakter sehingga fokus pada satu jalan cerita, selain itu juga kekuatan yang muncul dari elemen karakter seperti yang telah saya jelaskan pada paragraf sebelumnya.

Jika kamu belum menonton serial ini sampai selesai, then i forbid you to continue reading this review. Ada Major Spoiler didalamnya dan kalau kamu tetap memaksa, then take your own risks. :)


So, here's what i Thought about Fringe dari season pertama hingga terakhir plus masing-masing sequence,

Wait, maksudnya Opening Sequence? yup, Fringe adalah salah satu series dengan variasi Opening Sequence yang lumayan banyak, dimana masing-masing opening sequence punya makna, okay tanpa panjang lebar, here it is...

Season Pertama, yang merupakan awal dari pengenalan Fringe Division hingga berujung pada "pattern" yang justru merujuk pada pertanyaan yang lebih besar. Dengan total 20 Episode, di tiap episode kamu akan disuguhkan dengan berbagai macam kasus yang berujung pada misteri besar. Di beberapa titik kamu mungkin akan merasakan sedikit jenuh dengan formula yang sama di tiap episode, paling tidak rasa jenuh bisa tertutupi dengan keanehan kasus, atau kecantikan Anna Torv.

Disebelah kanan atas merupakan Blue Opening Sequence untuk season pertama (dan kebanyakan episode di season-season selanjutnya) yang mewakilkan Prime Universe.

Season Kedua merupakan jalinan cerita yang mulai klimaks, dimana season ini formula "kasus-analisis-solusi" sudah mulai berkurang dan beberapa episode tampak fokus pada misteri besar dan sosok William Bell yang mulai sering kamu lihat. Pada akhirnya sudah sangat jelas bahwa didunia ini ada 2 Universes (or More?)

Disebelah kanan kamu bisa lihat Retro Opening Sequence yang pertama kali muncul di episode 16, Peter yang menggambarkan setting pada tahun 1985. Sisanya, kamu masih akan melihat Blue Opening Sequence karena jalan cerita masih berpusat pada Prime Universe.

Selanjutnya masuk ke Season Ketiga, yang merupakan tingkat menegangkannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan dua season sebelumnya. Di Season ini kamu sudah officially masuk ke alternate universe dimana segala sesuatu mirip dengan Prime Universe hanya saja dalam bentuk alternatif, contohnya di Prime Universe ada Manhattan sedangkan di Alternate Universe kamu bisa menemui Manhatan (with one T) dan banyak lagi. Kamu juga bisa temui Olivia, Astrid atau Walternate (Alternate nickname buat Walter) yang menjadi U.S Secretary of Defense. Level menegangkan yang dimaksud di season ini yaitu saat episode dari Fringe yang silih berganti antara Prime Universe dan juga Alternate Universe

Disamping kamu bisa lihat 2 Opening sequence, Red Opening Sequence yang mewakilkan Alternate Universe dan Gray Opening Sequence yang muncul pada episode 22 yang menggambarkan masa depan dari timeline Prime Universe.  

Season Keempat, atau yang akrab disebut Amber Timeline, adalah timeline "baru" yang tercipta. Demi kebajikan publik (ceilah), maka timeline ini pun tercipta dan seterusnya akan kamu lihat. Sedikit disayangkan memang, tapi setelah melihat apa yang terjadi mulai dari season pertama hingga ketiga, rasanya timeline yang satu ini memang keputusan terbaik yang diambil oleh pada penulisnya. Disebelah kanan kamu bisa lihat Yellow Opening Sequence yang pertama kali muncul di episode 01 season 04 dan terus muncul di sepanjang season.

Season Kelima, yang merupakan season terakhir, adalah kondisi masa depan dari Amber Timeline yang dimulai dari tahun 2036. Disebelah kanan merupakan Opression Opening Sequence yang berbeda dari sequence-sequence sebelumnya dan terlihat lebih futuristik.

Dari kelima season diatas, memang ada sedikit gap antara season 04 dan 05 yang masih banyak menyimpan mistery yang menurut saya masih bisa diceritakan hingga season 06, namun dikarenakan rating Fringe yang tidak begitu baik, serta pihak TV yang mendesak, akhirnya semuanya "dipangkas". Well, mengingat nasib Fringe yang hampir di-cancel maka dengan lanjutnya ke season finale dan diberikan proper ending merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh Cortexifans, yang selalu setia mendukung Fringe dan sederet orang-orang di balik layar. 


The Love Story
Berbeda dari kebanyakan kisah cinta yang ditampilkan dalam sebuah serial, Kali ini kita tidak akan berhadapan dengan kisah cinta biasa, karena melibatkan dua universe, kisah cinta dengan beda jarak, beda provinsi, beda benua mungkin adalah hal yang biasa, tapi bagaimana dengan kisah cinta yang beda semesta?

Okay that was the last segment for this review, Saya masih punya beberapa momen memorable + episode-episode yang juga tak kalah memorable-nya. So, tunggu aja ya.

To be continue....
Most Memorable Episodes + Most Memorable Scenes on Fringe

 

6 comments :

  1. Aaah saya berenti nntn di season 3 awal :( saya suka bgt season 1 dan 2 nya, heran jg kenapa dulu saya berenti nntn ya, tau2 udah abis aja -_- kalo ada waktu marathon aah

    ReplyDelete
  2. Yes, You should Riz. Just let me know when you're finish the marathons :)

    ReplyDelete
  3. gan..sedih liat endingnya... T_T..keren banget ni serial..

    ReplyDelete
  4. Truth to be told, saya malah suka liat endingnya lho, semuanya terasa 'selesai' yang kesannya memenuhi keinginan penggemar, yah walaupun emang sedih. :')

    ReplyDelete
  5. Sad ending ya đŸ˜­pending aja dulu ah nontonya.
    udh nyampe sess 5 eps awal.

    ReplyDelete
  6. baru nonton marathon s 4 ne lanjut

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Subscribe to the Newsletter

Contact Me

Send an E-mail to : adhrdi@gmail.com

The Blogger