Sunday, December 26, 2010

Movie Review : The Kids Are All Right (2010)


Sebuah kompleksitas dalam kehidupan di keluarga menjadi sebuah sudut pandang yang unik untuk difilmkan. Berbicara mengenai keluarga, biasanya banyak pesan moral yang bisa diambil dari film-film tersebut. Masih ingat kan sama Everybody's Fine di 2009 lalu? atau yang paling membekas bagi saya pribadi adalah Little Miss Sunshine yang mampu menyampaikan inti cerita kepada para penontonnya. Tak melulu soal percintaan dan problematika kehidupan remaja, kali ini The Kids Are All Right hadir dengan sebuah cerita yang sedikit berbeda dari biasanya.

Nic (Annete Bening) dan Jules (Julianne Moore) adalah pasangan Lesbian. Bukan sembarang lesbian, mereka telah berkomitmen dan juga menikah. Mereka berdua hidup bersama ke 2 anaknya, Joni (Mia Wasikowska) yang berusia 18 tahun dan Laser (Josh Hutcerson) yang berusia 15 tahun. Wait? kenapa mereka bisa punya anak? Well, Joni dan Laser merupakan anak dari donor sperma oleh pendonor yang sama. Tapi, Joni dan Laser tidak mengetahui siapakah ayah biologis mereka sampai akhirnya Joni memberanikan diri untuk menghubungi instansi yang yang berkaitan dengan donor sprema tersebut atas desakan dari Laser (yang rindu akan seorang figur ayah dalam kehidupannya). Satu hal, Joni dan Laser merahasiakan rencana ini dari kedua Ibu mereka.

Jadilah mereka kopi darat untuk pertama kalinya dengan ayah biologis mereka, Paul (Mark Ruffalo). Walaupun terjadi 'awkward moment' selama pertemuan mereka, Joni yang awalnya 'malas' untuk mengetahui siapa ayah biologisnya justru jadi sedikit terkesan dengan Paul, berbanding terbalik dengan Laser. Karena adanya sebuah miskomunikasi, Nic dan Jules akhirnya mengetahui kalau Laser dan Joni telah bertemu dengan Paul, karena sudah terlanjur, akhirnya mereka memutuskan untuk mengundang Paul untuk makan malam dirumah mereka itung-itung untuk mengenal lebih jauh sosok Paul. Berawal dari makan malam ini, Jules yang merupakan seorang landscape architect diminta oleh Paul untuk menangani backyards rumahnya. Jadilah Jules mengambil tawaran itu yang artinya waktunya untuk bersama Paul jadi lebih banyak, and guess what? Jules malah selingkuh dengan Paul. Ya, menjadi seorang lesbian ternyata tidak menghentikan keinginanannya untuk bercinta dengan Paul.

Sepertinya kedatangan Paul di keluarga Nic menjadi sebuah distraction bagi seluruh anggota keluarga itu, walaupun ada baik buruknya. Joni yang semakin akrab dengan Paul karena merasa memiliki banyak kesamaan, begitu juga dengan Laser yang hang-out bareng Paul. Mungkin itulah sisi baiknya, buruknya? hubungan Nic dan Jules semakin meregang, hal ini memang dirasakan Nic dari pertama kali pertemuannya dengan Paul, karena dia merasa Paul telah menggangu keluarganya.

The Kids Are All Right yang bergenre drama komedi ini terkesan santai dalam membawakan cerita yang ada didalamnya, selain itu juga tidak memberikan drama-drama yang berlebihan.

The Kids Are All Right, judul dari film ini mengindikasikan bahwa anak-anak akan baik saja jika mereka diasuh oleh keluarga yang tidak biasa yang notabenenya disini, diasuh oleh 2 orang ibu. Asal, ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan, salah satunya adalah Komunikasi dan juga Kejujuran. Memang, sebagai seorang anak apapun yang terjadi pasti membutuhkan figur seorang ayah. Masih teringat dengan beberapa scene dimana Nic yang selalu berusaha untuk menjadi sosok ayah bagi anak-anaknya justru membuat Joni dan Laser menjadi risih.

Ada juga sesuatu yang unik yang saya lihat di film ini, adegan sex antara Nic dan Jules tidak diexpose dan under the bed-cover (literally). Berbanding terbalik dengan adengan Jules-Paul yang diekspose. Well, I'm just Saying.

Saya tak pernah menyangka kalau seorang Annete Bening ternyata begitu apik dalam memeran kan karakter seorang lesbian, tak heran jika dia diganjar nominasi Best Actress untuk Musical/Comedy di Golden Globe Awards 2011, walaupun dia harus bersaing dengan pasangannya Julianne Moore yang juga dapat nominasi disitu. Dan ngomongin soal Golden Globe, film ini juga dinominasikan untuk Best Picture Comedy/Musical dan juga Best Screenplay. Semua itu tak lepas dari komposisi Bening, Moore, dan si aktor yang dijuluki sebagai spesialis Supporting Role, Rufallo. Oh ya, jangan lupakan juga Mia dan Josh yang kini sudah remaja.

Share/Save/Bookmark

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Subscribe to the Newsletter

Contact Me

Send an E-mail to : adhrdi@gmail.com

The Blogger