Tuesday, March 22, 2011

Movie Review : Morning Glory (2010)


Becky Fuller (Rachel McAdams) mendengar kasak-kusuk kalau dirinya akan mendapatkan promosi di perusahaannya, sebuah televisi swasta di  New Jersey. Sebagai seorang produser acara berita pagi hari, Good Morning New Jersey yang memiliki rating yang cukup baik, serta mengingat kerja kerasnya selama ini, maka tak ada salahnya jika Becky ke-GR-an dan mulai salah tingkah saat mendengar berita promosinya tersebut. Dan ternyata, kasak-kusuk tersebut hampir benar adanya, Becky dipanggil oleh Bosnya untuk membicarakan sesuatu, dan Becky berpikir kalau inilah momen yang ditunggunya. Namun harapan Becky ternyata amat jauh berbeda dengan yang dihadapinya saat ini, Becky dipecat! Hmmm, pastinya pemecatan ini terjadi bukan karena kinerja, melainkan karena perusahaan yang tengah mengalami masa-masa kritis, yang mengharuskan untuk memotong budget dan memecat beberapa karyawan, tanpa pengecualian termasuk Becky sendiri. Karena menurut si Bos, cara ini merupakan cara terampuh untuk menyelamatkan perusahaan. Poor Becky, sekarang resmi masuk dalam klub pengangguran.

Dengan berbagai usaha untuk mendapatkan karir yang diharapkan seperti sedia kala, Becky pun terus mencari-cari pekerjaan serupa dari beberapa stasiun lain, dan dengan cepat ia mendapat panggilan dari Jerry Barnes (Jeff Goldblum), manajer di sebuah stasiun televisi, IBS. Becky direncanakan akan menanangi sebuah acara berita pagi juga, "Day Break". Tapi, jalan Becky tidaklah mulus, karena acara "Day Break" ini punya rating yang rendah banget. Untuk membuktikan pada Jerry kalau dirinya merupakan wanita tangguh yang bisa diandalkan, Becky berusaha untuk menaikkan rating acara tersebut, dimulai dari memecat anchor sebelumnya. Dengan pemecatan ini, Becky justru menjadi bingung untuk mencari penggantinya, sampai akhirnya pilihan jatuh pada Mike Pomeroy (Harrison Ford), anchor idola Becky sejak kecil. Ternyata Mike ini orangnya sangat keras kepala, sulit sekali bagi Becky untuk mengajaknya bergabung karena aliran Mike bukanlah membawakan berita pagi yang kesannya sedikit santai,  tetapi lebih ke berita serius seperti berita siang atau petang. Belum lagi, Mike akan berpasangan dengan Colleen Peck (Diane Keaton), anchor senior di Day Break sepertinya kurang sreg dengan Mike. Fiuuuh, walaupun hidup Becky kelihatan begitu mengerikan, paling tidak Becky masih mendapatkan angin segar dari Adam Bennet (Patrick Wilson) yang juga bekerja di dunia broadcasting.


Melihat poster diatas, tertulis dengan jelas dan besar, yang bahkan mengalahkan ukuran font para pemainnya,  kalau film ini dibuat oleh orang-orang yang berada dibalik layar dari Notting Hill, dan The Devil Wears Prada. Agak sulit memang untuk tidak membandingkan film ini dengan film-film tersebut apalagi The Devil Wears Prada, karena memang banyak sekali kesamaan antara film ini dengan The Devil Wears Prada. Adalah Aline Brosh McKenna yang menuliskan skenario untuk Morning Glory yang sebelumnya menuliskan naskah The Devil Wears Prada. Hasilnya? dari pandangan saya, ada beberapa kesamaan antara kedua film tersebut, yang pertama adalah point of view dari dunia kerja, yang menggambarkan si pemeran utama ingin fokus mengejar karir pada profesi masing-masing. Yang kedua, figur atasan yang digambarkan bak evil juga ada dikedua film ini, masih ingat dengan Miranda Priestly? ya, sosok yang mirip dengan karakter yang diperankan oleh Meryl Streep tersebut kini ada dalam sosok Mike Pomeroy. Persamaan yang ketiga, dengan fokus pada dunia kerja si pemeran utama, menyebabkan porsi romantisme dari kehidupan si pemeran utama jadi tidak terlalu diekspose, beda Morning Glory dan The Devil Wears Prada untuk point ini hanyalah nama Patrick Wilson yang lebih sudah memiliki jam terbang yang lebih jika dibandingkan dengan pacarnya Andy (Anne Hathaway) di The Devil Wears Prada. Yang menjadi pembeda utama dari kedua film ini pastilah latar tempat Becky/Andy bekerja, Becky dengan dunia Broadcastingnya, sedang Andy tampil menawan lewat fashion.

Dari segi penyutradaraan, Roger Michell yang sebelumnya menggarap Notting Hill sedikit menutupi persamaan tersebut dengan hasil yang menyenangkan. Sebuah film komedi yang siap disantap tanpa harus berpikir banyak. Komedi-komedi ringan yang ada bukan komedi sembarangan yang membuatnya jadi terkesan murah, justru Morning Glory hadir lewat komedinya yang menyindir. Kompilasi antara Michell dan McKenna sepertinya membawakan komedi menjadi penuh tawa, tanpa harus lebay.  


Melihat deretan artis kelas atas yang ikut bergabung dalam Morning Glory sepertinya memang menjadi daya tarik utama bagi film ini. Bagaimana tidak, kehadiran aktor dan aktris senior seperti Diane Keaton dan juga Harrison Ford benar-benar mencuri perhatian para pecinta film. Hasilnya? Mereka berdua berhasil memainkan peran tersebut, menampilkan ekspresi yang mengisi satu sama lain sebagai pasangan anchor yang sudah berumur (baca: tua) sehingga sehingga menjadi point tersendiri dalam film ini. Pemeran utama yang dimainkan oleh si cantik Rachel McAdams yang ekspresif juga menjadi point penting dalam film ini, pastinya. Saya masih ingat bagaimana aksinya sebagai peran antagonis dalam Mean Girls, hingga Adler di Sherlock Holmes 2009 lalu, atau peran-peran mellow Rachel dalam The Notebook ataupun Time Traveller's Wife, dan sampai detik ini, inilah Rachel McAdams yang menjadikan film ini menjadi begitu menyenangkan untuk ditonton. Oh iya, jangan lupakan kemunculan Patrick Wilson dalam film ini, sebagai Prince Charming yang mengisi kisah romansa Becky. Walaupun porsinya sangat sedikit, paling tidak peran Adam yang dimainkan oleh Patrick Wilson menegaskan kehidupan percintaan Becky. Sehingga tidak ada isltilah gila kerja hingga lupa dengan cinta bagi Becky sendiri.

Akhir kata, What's Your Morning Story? 

0 comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Subscribe to the Newsletter

Contact Me

Send an E-mail to : adhrdi@gmail.com

The Blogger