Saturday, April 23, 2011

Movie Review : Bangkok Traffic (Love) Story (2009)


Karena kecerobohannya sendiri, Li (Sirin Horwang) tidak diperbolehkan lagi untuk mengendarai mobil oleh sang Ayah. Hal ini terjadi saat Li berkendara dalam keadaan mabuk di hari pernikahan sahabatnya. Hasilnya, dia harus menggunakan jalur transportasi umum untuk bekerja. Awalnya, menggunakan beberapa macam jenis Kendaraan Umum ternyata membuat Li menjadi kewalahan yang berdampak pada kehidupan sehari-harinya. Belum lagi, kehidupan Li yang sekarang terasa begitu suram, tak ada tempat untuk mengadu seperti dulu karena Li sudah "ditinggal" oleh sahabatnya yang telah menikah. Namun, perlahan Li mulai menikmati menggunakan Transportasi Umum, karena menggunakan transportasi umum kini semakin menyenangkan semenjak Li tanpa sengaja bertemu dengan Loong (Theeradej Wongpuapan), lelaki tampan yang sebelumnya sempat bertemu dengan Li. Disinilah Traffic (Love) Story akan dimulai. Loong sendiri adalah seorang engineer yang bekerja dimalam hari, berbeda dengan Li yang merupakan sales marketing perusahaan solar sel. Perbedaan waktu antara keduanya pun menjadi keunikan tersendiri yang dihadirkan dalam film ini.

Sebenarnya, ide cerita yang disajikan dalam Bangkok Traffic (Love) Story sendiri tidak terlalu spesial. Tak jauh berbeda dengan kebanyakan film RomCom yang telah menggunakan formula sama. Tapi yang membuat film ini terasa spesial yaitu beberapa unsur didalamnya yang membuat saya begitu nyaman saat menontonnya. Tertawa, sudah pasti! film komedi romantis ini memberikan hiburan yang segar lewat tawa-tawa yang kita dapatkan dari karakter Li dan Loong. Li sendiri sangat ceroboh, dan kecerobohannya sering mengundang tawa. Selain itu, dalam Bangkok Traffic (Love) Story juga banyak memasukkan unsur-unsur lokal yang mirip dengan kita, bangsa Indonesia. Jangan pikir kalau sinetron lebay hanya ada di Indonesia, karena dalam film ini, sinteron lebay itu juga ada! Unsur lokal lainnya yang muncul yaitu Festival Songkran di Thailand. Tak jauh beda ya, dengan budaya-budaya lokal Indonesia. Belum lagi, karakter Li yang cenderung "menunggu" Loong, benar-benar mirip dengan karakter wanita-wanita Indonesia kebanyakan, Yah, walaupun saat ini sudah banyak wanita-wanita modern yang lebih agresif!


Karakter Li dan Loong sendiri digambarkan sebagai karakter yang saling bertolak belakang, mulai dari watak masing-masing hingga kehidupan mereka. Li yang ceroboh berbeda jauh dengan Loong yang Cool. Li adalah orang yang kepo abis, berbeda dengan Loong yang cuek. Li bekerja di siang hari dan Loong bekerja dimalam hari, dan banyak lagi. Perbedaan-perbedaan antara Li dan Loong ini ternyata dikemas dengan baik oleh Benjamaporn Srabua, Sang Penulis, yang menjadikan perbedaan-perbedaan tersebut sesuatu hal yang manis selama film tayang. Hal ini pastinya bisa terwujud karena karakternya diperankan dengan baik oleh keduanya dan membuat film ini jadi terasa pas. Karena, karakter mereka benar-benar mendapatkan chemistry antara keduanya. Baik itu Sirin Horwang dan Theeradej Wongpuapan memainkan karakter-karakter tersebut dengn baik sekali.

Bangkok Traffic (Love) Story (Thai: รถไฟฟ้า..มาหานะเธอ, translit. Rodfaifah.. Ma Ha Na Ther) menggambarkan karakter Li yang ceria, melihat peluang-peluang yang ada untuk mengubah kebosanan menjadi sebuah hiburan kepada diri sendiri. Dalam hal ini, Li pastinya mencoba menghibur diri dengan dengan mengejar Pangeran Impiannya, Loong. Selain itu juga karakter Li yang seakan memiliki motto Just let it flow , biarkanlah hidup ini mengalir, nikmati saja semuanya selagi bisa! Tak heran jika film ini menjadi yang terlaris di Box Office Thailand #1 pada 2009.

6 comments :

  1. Cakep pemeran ceweknya...

    ReplyDelete
  2. Tipikal cewe-cewe Thailand yang ada di film-film ini emang agak Chinese gtu ya, bro. Dan si Li ini Chinese-Asia-nya paling kece. :))

    ReplyDelete
  3. Oh, ini toh. Oke deh, sip! *cari download link*

    ReplyDelete
  4. Pemeran Loong itu gantengnya banget2 jg loh ya!! :D Imo rumus film ini mirip Crazy Little Thing Called Love ya, dr awal diliatin ceweknya yg ngebet bgt terus pas mau akhir baru deh perasaan cowoknya dikasih tau jg :)

    ReplyDelete
  5. lol, yah, banyak komen serupa soal si loong itu kayaknya sukses buat cewek2 pada seneng ya?

    Bener juga, tapi BTLS ini terasa lebih dewasa sih ya kalo dibandingin ama CLTCL :)

    ReplyDelete
  6. nah film nya si natt yg w cari

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Subscribe to the Newsletter

Contact Me

Send an E-mail to : adhrdi@gmail.com

The Blogger