Tuesday, April 19, 2011

Movie Review : Hello Stranger (2010)





"Not knowing each other,
they fall in love"



Apa tujuan orang-orang untuk berlibur? kebanyakan pastilah ingin me-refresh diri dari segala aktivitas monoton seperti bekerja ataupun sekolah/kuliah, liburan juga bisa untuk menenangkan jiwa dan menghilangkan stress tentunya. Baiknya rame-rame bareng teman atau sendirian? tergantung keinginan dan kebutuhan sih, rame-rame pasti seru bareng teman se-gank. Sendirian juga ga kalah seru loh, bisa bertemu sama orang-orang baru. Pasti ingat dong sama aksinya Richard yang diperankan Leonardo DiCaprio saat berpetualang ke Phi Phi Island dalam The Beach (2001)? atau mungkin Charlotte (Scarlett Johansson) ketika ditinggal suami dalam Lost in Translation (2003)? Yah, ga peduli mau liburan rame-rame atau sendirian, pasti yang namanya ketemu orang baru pasti seru!

Nah, kali ini juga ada sebuah cerita tentang liburan. Tiap tahunnya, saat Festival Songkran sedang berlangsung di Thailand, banyak warga Thailand yang berbondong-bondong untuk liburan selama sepekan, baik itu domestik maupun internasional. Nah, ada seorang anak lelaki yang melanglang buana sendirian ke Korea Selatan, tanpa membawa apa-apa karena 'dikerjain' sama teman-temannya untuk berlibur dengan sebuah Paket Wisata. Sebut saja sebagai He (Chantavit Dhanasevi), yang sukses tiba di Korea hanya dengan pakaian yang melekat dibadannya, dan uang tentunya. He dengan cerobohnya tertinggal oleh rombongan wisatanya, dan membuatnya sukses nyasar disana, keterbatasannya dalam berbahasa Inggris menambah kesialan He!


Malam sebelumnya, He yang mabuk tanpa sengaja tertidur di foyer penginapan She (Neungtida Sophon) yang juga seorang pelancong Thailand yang juga sedang berlibur ke Korea untuk mengunjungi lokasi-lokasi penting Drama Seri Korea dan juga ingin mengunjungi pernikahan seorang teman disana. Awalnya, He tidak tau kalau She juga datang dari Thailand, tapi karena He tak bisa berbahasa Inggris, akhirnya She tau kalau He juga datang dari Thailand. Jadilah He memohon pada She untuk mengantarkannya ke Hotel tempat He menginap,  tapi sayang He sudah ketinggalan rombongan wisatanya dan baru akan kembali 3 hari kemudian. Lagi-lagi karena keterbatasan bahasa, He memutuskan untuk ikut She. She jelas saja menolak, tapi karena He emang agak bandel, makanya dia terus mengikuti She karena bingung nggak tau harus kemana.

Hello Stranger. Mendengar judulnya saja, Anda pasti menduga kalau film ini memiliki jalan cerita yang sudah kelewat sering anda temui dalam film. Bertemu orang asing, lalu jatuh cinta. Kebanyakan film komedi romantis, memiliki premis demikian. Tak ayal jika kisah seperti ini seringkali hanyalah klise semata di dunia nyata. Tapi ya, film-film komedi romantis seperti ini bagaikan magnet kuat yang menarik kita untuk menontonnya, yang tak akan bosan untuk dinanti dan ditonton. Faktanya juga, toh juga film-film seperti ini tetap saja asik ditonton sebagai pelepas stress tanpa harus banyak mikir. Karena sajian utamanya yaitu komedi ringan, dirasa mampu membuat penonton tertawa lepas saat menonton film komedi romantis. 


Apa yang membuat film ini berbeda? ditengah krisis film-film romcom dari Hollywood, kehadiran Hello Stranger seperti hembusan angin segar bagi penikmat film, khususnya penikmat komedi romantis. Satu hal yang paling saya sukai dari film ini yaitu penyembunyian identitas pemeran utamanya yang begitu rapi, hal ini mungkin didukung dengan bahasa dan dialek Thailand yang membuatnya jadi alami (atau ketidakpahaman saya :)) tanpa terkesan dipaksakan. Karena hal ini agak sedikit janggal menurut saya jika film ini berbahasa Inggris ataupun Indonesia. Selain itu, kekonyolan dari He dan She benar-benar hiburan yang menyenangkan. Tokoh He dan She memunculkan jalinan asmara masing-masing secara bertahap, dan chemistry yang muncul juga oke. Walaupun ada beberapa adegan yang sedikit klise dimana kebetulan itu sangat mudah terjadi dalam film ini, tapi film ini benar-benar menyenangkan untuk ditonton.

2 comments :

  1. Waaaaah rasanya tema cerita pilem luar negeri selalu lebih bagus ketimbang buatan dalam negeri.. kok aneh ya... :(

    ReplyDelete
  2. lol. Awalnya gue juga mikir gtu, kenapa dengan tema yang sama, gue lebih demen yang film luar ketimbang Indo. Well, mungkin udah mindset-nya kita kali ya, terbawa horror seks mulu sih :p

    Btw, Thanks for visiting ya bro :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Subscribe to the Newsletter

Contact Me

Send an E-mail to : adhrdi@gmail.com

The Blogger